Tips Menciptakan Rumah Ramah Anak

Rumah merupakan kebutuhan tempat tinggal yang harus terpenuhi oleh setiap orang. Kebutuhan tempat tinggal dimaksudkan agar penghuni mempunyai tempat tinggal atau berteduh secukupnya untuk melindungi keluarga dari hujan, badai, dan panas matahari. Namun, meski berada di dalam rumah kecelakaan bisa saja terjadi terutama pada anak-anak.

Rumah bisa menjadi area yang cukup berbahaya untuk si kecil. Anak masih belum dapat membedakan aktifitas yang berbahaya dan yang tidak, sehingga anak memiliki risiko terkena benda tajam, tersetrum, hingga terpeleset. Oleh sebab itu, pastikan kondisi rumah kamu aman untuk meminimalkan risiko kecelakaan pada anak.

Berikut ini hal-hal yang harus kamu perhatikan untuk menjadikan rumah sebagai temapt aman bagi si kecil untuk tumbuh dan berkembang.

1. Sembunyikan Stop Kontak

Sumber: https://digsdigs.com/

Semakin banyak penggunaan teknologi dan alat-alat elektronik akan semakin banyak pula penggunaan charger, stop kontak, sampai kabel-kabel penghubung. Keberadaan kabel-kabel ruwet dan berantakan tentunya sangat berbaha jika berada disekitar si kecil. Untuk menghindari kecelakaan pada anak ada baiknya menyembunyikan stop kontak sehingga tidak dapat di jangkau oleh si kecil. Kamu bisa menyembunyikan stop kontak di balik furniture yang ada dirumah, atau menggunakan bungkus stop kontak dengan berbagai model yang banyak beredar di pasaran.

2. Menutup Tangga Dengan Pagar

Sumber: https://newlywoodwards.com/

Tangga menjadi area yang paling berbahaya untuk si kecil. Anak memiliki rasa ingin tahu yang besar, sehingga pengawasan orangtua sangatlah penting untuk keaman anak. Selain menggunakan desain tangga yang ramah anak, kamu bisa menggunakan pagar untuk menutup tangga. Sehingga, si kecil tidak bisa bermain di area tangga yang berbahaya.

3. Pelindung Untuk Sudut Lancip

Sumber: Pinterest

Pemilihan furniture juga harus diperhatikan keamananya bagi buah hati. Furniture dengan sudut atau pinggiran yang lancip tentunya akan lebih mudah melukai anak dibandingkan dengan yang tumpul. Jika kamu sudah terlanjur memiliki furniture dengan sudut yang lancip, kamu bisa memberikan pelindung pada sudut-sudut furniture. Dengan penggunaan pelindung tersebut tentunya si kecil akan terlindungi dari bahanya sudut furniture yang lancip.

4. Perhatikan Penyimpanan Barang Pecah Belah

Sumber: https://domino.com/

Jangan pernah menaruh barang pecah belah, seperti piring, gelas atau vas bunga di tempat-tempat yang mudah untuk dijangkau oleh anak. Sebaiknya kamu menyimpan semua barang pecah-belah di dalam lemari. Setelah barang digunakan sebaiknya kamu segera menyimpannya ke tempat semula untuk menghindari si kecil dapat terluka.

5. Menyembunyikan Bahan Kimia dan Obat-obatan

Sumber: aliexpress.com

Penggunaan obat nyamuk, pembersih lantai dan deterjen dapat berisiko fatal jika isinya tertelan oleh anak. Begitu juga dengan obat-obatan yang tidak boleh dikonsumsi sembarangan. Terlebih, benda-benda berbahan kimia dan obat-obatan kerap dikemas dengan tampilan menarik sehingga akan mudah disukai anak. Demi menghindari hal-hal tak diinginkan, pastikan semua obat dan benda dengan zat berbahaya tersimpan rapi di kotak penyimpanan barang yang tidak dapat dijangkau oleh si kecil.

6. Kamar Mandi

Sumber: https://behance.net/

Anak-anak sangat menyukai bermain air, terkadang mereka senang menghabiskan banyak waktu ketika mandi di dalam kamar mandi. Oleh karena itu kamu harus memastikan bahwa selalu menjaga kamar mandi tidak licin. Gunakan lantai kamar mandi dengan material yang tidak mudah licin.

Tinggalkan komentar