Hunian yang nyaman tidak hanya dilihat dari desain interior, dekorasi, dan kontruksinya saja, namun hunian yang nyaman tentunya memiliki udara dan pencahayaan yang baik. Untuk menciptakan pencahayaan yang baik peran atap sangatlah penting. Fungsi atap adalah untuk melindungi rumah dari panas dan hujan. Beberapa jenis atap tidak dapat meredam suhu panas matahari dengan baik, sehingga suhu ruangan menjadi lebih panas dari pada suhu luar ruangan. Misalnya, atap asbes, atap seng, atap kaca, atau atap tembok.
Oleh sebab itu, penting untuk mengaplikasikan peredam panas atap rumah agar hunian terasa lebih nyaman dan tidak gerah. Meski begitu, kamu harus cermat dalam memilih peredam panas yang cocok untuk huniannya. Lalu, apa sajakah bahan yang efektif sebagai peredam panas atap rumah?
Berikut ini Renovasi Bandung memberikan rekomendasi 6 jenis peredam panas atap rumah untuk hunian kamu!
1. Aluminium Foil

Aluminium foil dapat menahan radiasi sinar UV dengan cara memantulkannya kembali selain itu material ini mampu memantulkan kembali radiasi hingga 97%, sehingga sangat efektif digunakan untuk peredam panas atap rumah. Aluminium foil dapat melindungi plafon rumah. Desain plafon rumah tidak akan mudah rusak dan kotor karena sudah terlapisi oleh aluminium foil. Dibandingkan material lain, aluminium lebih ramah lingkungan bahannya yang aman dan awet menjadikan aluminium foil tidak mencemari rumah dan udara.
2. Polyester

Jenis polyester menjadi peredam panas atap paling banyak digunakan oleh masyarakat. Bahan ini mampu menyerap panas berlebihan, memiliki bobot yang ringan dan aman untuk lingkungan. Saat ini, jenis polyester sudah banyak dipakai pada fasilitas umum sampai dengan gedung bertingkat karena terbukti mampu meredam panas dengan baik. Selain itu, bahan ini juga bisa digunakan untuk meredam panas baik pada dinding maupun lantai. Hanya saja kekurangan dari material ini adalah harganya yang relatif lebih mahal.
3. Bubble Foil

Jenis peredam panas atap satu ini merupakan modifikasi dari aluminium foil. Hasil modifikasi ini terbukti efektif dalam meredam hawa panas dan harga dari jenis bubble foil terbilang cukup murah. Penggunaan peredam panas jenis bubble foil pada hunian tidak mengandung senyawa yang berbahaya sehingga aman digunakan pada hunian keluarga.
4. Panel Styrofoam

Styrofoam adalah panel penyekat berbahan plastik dengan bentuk butiran yang dirapatkan dan berisi udara. Biasanya styrofoam di gunakan sebagai wadah makanan, pelindung barang elektronik atau barang berbahan kaca. Dengan perkembangan teknologi, Styrofoam diubah menjadi bahan penyerap panas baik. Selain digunakan untuk atap, juga bisa untuk melapisi lantai keramik atau marmer.
5. Polyurethane Foam

Foam ini bukanlah foam biasa, melainkan cairan polyurethane yang berbentuk seperti foam agak padat yang berfungsi untuk penahan panas. Insulasi atap modern yang bermanfaat unutk berbagai musim. Bahan penyerap panas terbaik ini cocok untuk semua jenis atap, baik seng, beton, kayu, asbes, jenis genteng, metal, dll. Kelebihan peredam panas jenis ini ialah sebagai tidak mudah luntur jika terkena air, sangat ringan, tidak memerlukan perawatan, multifungsi, dan lebih dapat menutupi semua celah atap.
6. Glass Wool

Jenis peredam panas atap rumah ini terbuat dari serat fiberglass, ciri khas dari material ini adalah teksturnya yang seperti wool. Tidak hanya menyerap panas, tipe glasswool ternyata juga baik dalam meredam suara sehingga sering digunakan di studio musik. Dibandingkan jenis lainnya, glasswool jarang diaplikasikan pada hunian biasa. Penggunaannya lebih banyak diperuntukkan bagi gedung perkantoran dan juga pabrik.
