Tentang Panel Lantai Beton Ringan untuk Dak Bangunan Rumah Tinggal (Citicon / GE / Leibel)

Mungkin kalian pernah mendengar panel lantai dengan merk Citicon / Grand Elephant / Leibel, yang diklaim dapat mengurangi biaya dan beban terhadap struktur. Apakah benar demikian? Kita bahas tipis yuk!

Sebenarnya ada minimal 2 tipe panel lantai yang sekarang umum digunakan, yaitu panel lantai beton ringan, dan Hollow Core Slab (HCS). Untuk sekarang kita bahas khusus yang panel lantai beton ringan.

https://www.grand-elephant.co.id/panel-lantai/

Panel jenis ini dibuat dengan material beton ringan bertulang yang diproteksi anti karat. Apabila melihat spesifikasi teknis nya secara sekilas, panel lantai jenis ini memiliki berat yang jauh lebih ringan dak beton konvensional, sedikit lebih dari 1/3 nya. (780kg/m3 dibanding 2.500kg/m3). Perbedaan ini menjadi tidak terlalu signifikan apabila metode floordeck yang digunakan untuk cor lantai beton.

Terdapat 2 merk yang data produk nya mudah ditemukan, yaitu Grand Elephant, Leibel, dan Citicon.

Konsekuensi nya adalah beban terhadap struktur bangunan yang lebih ringan sehingga mengurangi biaya dan resiko external, mis. gempa dan pergerakan tanah. Namun karena dibuat dengan beton ringan (memiliki pori-pori walaupun independen), kekuatan terhadap benturan tentu nya tidak sebaik beton konvensional, walaupun nanti nya akan tertutupi oleh screed dan keramik.

https://www.citiconindonesia.com/panel-lantai-citicon/

Cara pemasangan nya sama, yaitu setelah struktur bangunan selesai di cor dan kering (kolom / balok), panel ini dipasang dan sambungan nya ditambal dengan besi dan mortar khusus.

Panel lantai Citicon di klaim telah memenuhi standard dak lantai untuk bangunan, dan disertai juga dengan sertifikasi dari pengujian yang telah dilakukan.

Kekurangan dari panel jenis ini yang saya kutip dari interview Fake Architect dan pihak Citicon Tyo Kuncoro (https://www.youtube.com/watch?v=ki1A3TXQLvg) :

  • ada kemungkinan air meresap walaupun kecil, jadi tidak disarankan untuk area kamar mandi / rooftop;
  • Diperlukan tukang dengan keahlian khusus;
  • Kesulitan saat menaikan material ke lantai 2 (free support crane, tapi perlu akses / izin yang memadai).

Menurut pendapat saya pribadi, klaim dari produsen panel lantai ini mengenai harga yang jauh lebih murah dan waktu pengerjaan yang cepat tidak dapat dijadikan patokan utama. Disebutkan kalau waktu yang dibutuhkan untuk pengecoran bisa 30 hari, hal tersebut memasukan waktu struktur dan pondasi nya juga.

Berdasarkan pengalaman saya pribadi, apabila pondasi dan struktur telah siap dan sistem cor menggunakan floordeck, waktu dan biaya yang timbul selisihnya tidak jauh berbeda, walaupun tetap lebih murah dan lebih cepat menggunakan panel lantai sekitar 20-30%.

Kelebihan lain juga biaya struktur bisa lebih efisien dan murah karena berat jenis panel yang lebih ringan, walaupun tetap harus memperhitungkan beban dinding / atap diatas nya.

Untuk patokan, berdasarkan pengetahuan saya pribadi, rata-rata jasa pemasangan panel lantai ini (upah dan material) sekitar Rp. 480.000 – Rp. 600.000 /m2 tergantung volume dan area. Sedangkan untuk cor plat lantai beton konvensional, biasanya berada di rentang Rp. 600.000 – Rp. 850.000 /m2 tergantung spesifikasi, volume, dan metode.

Saya pribadi juga masih meragukan menyatu nya panel lantai ini dengan bangunan lain nya. Struktur yang memiliki jenis material yang berbeda (beton ringan / beton) memungkinkan pergeseran panel lantai terhadap tumpuan nya, walaupun secara metode pabrikan telah mengatasi itu, selama dilakukan dengan metode yang sesuai.

Screed / flooring sebelum pemasangan keramik juga menjadi poin penting resiko keramik yang nanti nya popping / mengangkat apabila tidak dilakukan dengan metode yang sesuai (menggunakan screed mortar yang memiliki daya lekat baik dan mortar perekat). Walaupun resiko ini juga tetap ada di dak lantai beton konvensional.

Pada praktek nya di lapangan, dikarenakan tidak dapat digunakan sebagai lantai kamar mandi / balkon yang terexpose hujan, sehingga seluruh lantai tidak dapat menggunakan panel ini. Perbedaan metode dan material menjadi tantangan tersendiri agar hasil nya dapat maksimal, belum lagi apabila ketinggian lantai keramik nya cukup beragam.

Kesimpulan saya pribadi, panel ini memiliki banyak kelebihan, yang utama adalah beban yg ringan terhadap struktur. Namun untuk rumah tinggal, pendapat saya secara biaya tidak memiliki dampak pengurangan biaya yang signifikan, karena masih banyak komponen lain nya selain dak beton yang hanya sekitar 5-10% dari total komponen bangunan, yang mungkin menghemat biaya secara keseluruhan hanya (5-10%) x (20-30%) = 1-3%. Perlu ditimbang juga dengan matang mengenai kekurangan dari material ini sebelum memilih nya.

Ditulis oleh : Hedi Yanuardi

Disclaimer : tulisan ini dibuat berdasarkan opini saya pribadi sebagai salah satu bahan pertimbangan sebelum memutuskan menggunakan jenis material tertentu. Saya sarankan untuk mencari opini lain dari orang di bidang nya. Jangan menjadikan tulisan ini sebagai fakta yang sebenar-benar nya, apalagi satu-satu nya sumber pertimbangan Anda sebelum memilih. Tulisan ini bukan merupakan produk dari penelitian ilmiah.

Tinggalkan komentar