Jenis Lantai untuk Interior Rumah

Pemilihan lantai yang tepat merupakan kunci untuk mendapatkan hasil estetika rumah yang sesuai dengan idaman Anda. Hari ini, banyak pilihan jenis lantai yang dapat disesuaikan dengan konsep rumah.

Kami di Renovasi Bandung akan mencoba memberikan gambaran mengenai jenis jenis lantai yang ada di pasaran.

  1. Lantai Keramik

Lantai jenis yang satu ini merupakan jenis lantai yang sejak dulu dan sangat umum digunakan di rumah, dikarenakan harga yang terjangkau dan ketersediaan bahan yang melimpah. Pemasangan lantai keramik pun cenderung lebih mudah, karena mudah dipotong dan banyak tenaga terampil yang dapat memasangnya.

Keramik dibuat dengan material tanah lempung / tanah silikat yang dipanaskan dengan suhu tinggi (sekitar 1000C), kemudian dilapisi dengan pengilap (glazing). Tersedia dalam berbagai ukuran di pasaran, dari 20x20cm hingga 60×60. Rata-rata keramik memiliki tepian yang agak cembung, sehingga memerlukan nat lantai yang besar, namun sekarang di pasaran tersedia keramik dengan tepian rata. Keramik memiliki 2 lapisan, yaitu lapisan glazur dan lapisan tanah liat.

Karakter dari lantai jenis ini adalah : Permukaannya sedikit bergelombang; mudah pecah menjadi kepingan; pori-pori besar sehingga terasa dingin; corak dan motif yang banyak; mudah tergores; warna antar produksi tidak berbeda; sulit dibersihkan; resiko terangkat dikarenakan pori-pori besar.

Beberapa merk Keramik yang dikenal : KIA, Mulia, Roman, Milan, Asia Tile, Platinum

Kekuatan Keramik Lantai : 300Kg/cm
Daya serap air Keramik Lantai : diatas 10%

2. Lantai Granit Alam dan Homogenous Tile.

Lantai yang satu ini sekarang menjadi pilihan utama banyak pemilik rumah untuk melapisi lantainya, karena makin terjangkau nya lantai granit di pasaran. Namun jangan keliru, di pasaran ada dua jenis “granit” yang tersedia, yaitu Granit Alam, dan “Granit” HT (Homogeneous Tile).

a. Granit Alam

Granit Alam dibuat dengan bahan batu alami , sehingga corak setiap keping nya tidak sama. Harga dari Granit Alam juga sangat mahal, diatas Rp. 500rb /m2. Granit Alam memiliki kepadatan yang tinggi, tahan goresan, tidak mudah pecah, kadar air rendah, mampu menahan beban berat. Namun walaupun memiliki kelebihan tersebut, Granit Alam tidak terlalu diminati karena harganya yang mahal, pemasangan yang sulit, dan corak yang tidak seragam.

b. Keramik Granit / Homogenous Tile (HT)

Hadirlah Keramik Granit, Granite Tile, atau Homogenous Tile (HT). Walaupun menggunakan nama Granit, namun sebenarnya bahan utamanya adalah batuan feldspar yang dicampur dengan silica dan zat pewarna, lalu dibakar dengan suhu tinggi (1230C). Hasil dari proses tersebut kemudian dipoles agar kilap sempurna (polished) atau hanya diberi glazur untuk menghasilkan permukaan yang kasar (unpolished). Proses tersebut menghasilkan penutup lantai yang homogen (hanya terdiri dari 1 lapis), memiliki daya tahan kuat terhadap pecah dan goresan, kepadatan tinggi, kadar air yang rendah, permukaan yang rata (polished), dan warna yang sama hingga kedalam.

Inovasi ini menghasilkan alternatif populer dari Keramik biasa dan Granit alam, dikarenakan harga nya yang terjangkau (mulai dari Rp. 85rb /m2). Granit HT hanya tersedia dalam ukuran besar (minimal 30x60cm). DIkarenakan permukaanya yang rata, Granit HT dapat diaplikasikan dengan nat lantai yang minimal.

Karakter Homogenous Tile : memiliki suhu yang lebih stabil (tidak dingin); tidak mudah kotor dan mudah dibersihkan;memiliki corak yang cukup banyak, termasuk polos tanpa corak, sehingga lebih mudah untuk mengaplikasikan pada konsep rumah.

Beberapa merk yang dikenal antara lain : Granito, Niro, Roman, Sandimas, Indogress.

Kekuatan Homogenous Tile (HT) : 450Kg/cm
Daya serap air Homogenous Tile (HT) : dibawah 0.5%

3. Lantai Kayu

Lantai kayu membuat rumah menjadi terlihat indah, nyaman dan natural. Suhu pada lantai kayu pun lebih stabil. Pada perkembangannya, dibuat cara pemasangan Lantai Kayu dengan sistem Parket. Pada Lantai Kayu biasa, papan langsung dipasang menggunakan paku atau skrup, sedangkan Parket memiliki sistem pengunci yang membuat pemasangan lebih rapih dan mudah.

Lantai Kayu membutuhkan perawatan ekstra, tidak tahan goresan, mudah terbakar, tidak tahan air, mudah berubah bentuk, berbunyi, dan mudah kotor. Namun apabila dirawat dengan baik, lantai jenis ini dapat bertahan lama.

Bagi Kalian yang tetap ingin menggunakan material Lantai Kayu, pastikan Kalian siap merawatnya dengan baik. Salah satu cara untuk merawatnya adalah dengan melakukan polishing, wax, atau laminasi secara teratur. Apabila diaplikasikan dan dirawat dengan baik, Lantai Kayu memiliki nilai estetika yang sangat baik.

Berdasarkan jenis bahannya, Lantai Kayu memiliki 2 jenis :

a. Solid Hardwood (Kayu Solid)

Berbahan dasar papan kayu utuh, jenis Kayu Solid memiliki kekuatan dan kesan alami yang baik. Namun demikian, perubahan bentuk kayu (muai dan susut) menjadi alasan utama jarang nya bahan ini digunakan untuk lantai rumah. Belum lagi harga nya yang mahal.

b. Engineered Wood

DIbuat dengan beberapa lapisan kayu yang di press, dengan lapisan hardwood di atasnya, membuat bahan ini memiliki harga yang lebih terjangkau. Ketahan terhadap perubahan bentuk pun lebih baik, namun lebih rentan apabila terkena air. Material ini pun kurang tahan lama dibandingkan Kayu Solid.

4. PVC Vinyl Flooring

Sekarang kita bahas material yang sekrang lagi naik daun, yaitu Lantai Vinyl. Merupakan bahan sintesis dengan bahan polyvinyl chloride (PVC), Lantai Vinyl memiliki beragam motif, mulai dari kayu, marmer, semen, batu, dll.

Bahan ini tahan terhadap air dan noda, sehingga tidak perlu perawatan ekstra. Namun demikian, Lantai Vinyl memiliki kekuatan yang kurang baik, sehingga mudah tergores dan terkelupas. Lantai jenis ini juga kurang sesuai diaplikasikan di luar ruangan, karena warna mudah pudar.

Merk Vinyl yang dikenal : SPC, Taco, Kris.

Harga yang murah dan pemasangan yang mudah menjadikan lantai ini menjadi pilihan bagi Kalian yang ingin merubah suasana rumah dengan budget minim, karena lantai ini dapat dipasang langsung diatas keramik lama. Janis-jenis vinyl antara lain :

a. Vinyl PVC Click

Vinyl jenis ini memiliki tekstur yang kaku. Sistem klik seperti parket memudahkan pemasangan, dan dapat dipasang tanpa menggunakan lem. Sebelum dipasang, bagian bawahnya diberikan lapisan foam terlebih dahulu.

b. Vinyl PVC Plank

Vinyl Plank bersifat lentur, dan dipasang dengan menggunakan perekat. Di pasaran sekarang terdapat jenis Vinyl yang sudah ada perekat double tape di belakang nya, sehingga pemasangannya jauh lebih mudah. Namun demikian agar tidak mudah bergeser, sebaiknya menggunakan tipe yang tanpa dilengkapi perekat, dan dipasang menggunakan perekat (lem kuning) sendiri. Vinyl jenis ini juga beresiko muncul gelembung.

Apabila ada kerusakan, jenis Vinyl ini mudah dan murah untuk diganti, karena hanya perlu mengganti Plank yang rusak saja.

Vinyl Plank dengan perekat adalah pilihan termurah dan banyak tersedia di pasaran. Pemasangannya pun dapat dilakukan sendiri, hanya bermodalkan tekad dan waktu. Pemotongan nya dapat menggunakan cutter.

c. Vinyl Roll

Vinyl Roll merupakan Vinyl berbentuk lembaran (seperti kapet) dengan ukuran rata rata 2 x 25m setiap roll nya. Apabila diaplikasikan dengan baik, vinyl jenis ini memiliki kesan estetika yang baik, karena motif yang menyambung, sehingga terlihat lebih rapi.

Vinyl jenis yang satu ini menurut saya pribadi merupakan vinyl yang paling sulit dalam pemasangannya. Selain permukaan yang harus rata, pemasangan Vinyl Roll memiliki resiko gelembung di tengah yang paling tinggi. Jadi pastikan aplikator yang Kalian gunakan berpengalaman.

5. Lantai Epoxy

Satu lagi jenis lantai yang sekarang sedang digandrungi. Epoxy merupakan bahan campuran dari resin epoxy dan pengeras khusus yang menghasilkan lapisan yang sangat keras. Lantai Epoxy ini sudah lama digunakan di tempat-tempat dengan lalu lintas padat dan berat, seperti Pabrik, Rumah Sakit, dll.

Lantai Epoxy tidak memiliki sambungan, dan memiliki daya kilap yang tinggi. Memadukan lantai Epoxy kedalam konsep Kalian memang sedikit sulit, karena daya kilap nya yang terlalu tinggi. Dikarenakan permukaan lantainya yang sangat halus dan tanpa pori, Epoxy tahan terhadap noda dan goresan, namun membuat lantai menjadi licin.

Lantai Epoxy memiliki corak dan warna yang dapat disesuaikan dengan keinginan, misal : Clear untuk memperlihatkan lantai semen; Corak Gravel; Warna polos; dan Campuran Warna.

Tinggalkan komentar